Jumat, 22 Februari 2013

PUTRI KAMU HEBAT

suatu ketika dikampus aku bertemu dengan seorang gadis kecil. gadis kecil dengan rambut sepundak itu pertama kali aku jumpai di di sebuah gedung ketika mengikuti pelatihan PKM. 
karena aku bosan (ya maklum aku sudah duduk disitu kurang lebih 4jam -_- bosan? jelas)
sekali lagi. karena aku bosan aku pergi ke kamar mandi. pada dasarnya aku tidak pengen kekamar mandi. hanya saja aku butuh penyegaran walaw hanya sekedar jalan-jalan dan membasuh muka dengan air. 

lalu diperjalanan pulanglah aku bertemu dengan gadis itu bermain dengan seorang senior yang kukenal. aku tertarik pada gadis kecil itu. aku ajak dia duduk ditempat duduk ku disamping teman-temanku. pada awalnya dia bersikap anti pati pada mereka. entah kenapa mungkin dia melihat mereka orang asing. tapi kenapa padaku tidak? aku juga orang asing. hm, entahlah. 



sekilas  tidak ada perbedaan gadis kecil itu dengan gadis2 kecil lainnya. 
bedanya dia tidak pernah berbicara.
"adek siapa namamu?" tanyaku. dia hanya tersenyum malu-malu. terkadang dia hanya menunjukkan isyarat untuk melakukan, menjawab atau menginginkan sesuatu. bingung.
sejak awal sebenarnya aku sudah tau mengetahui bahwa gadis kecil itu tuna rungu  tidak bisa mendengar dengan sempurna,  jadi aku memberi tahu keadaannya pada teman-temanku karena aku tau mereka pasti merasa ada aneh dengannya,



 ya gadis kecil itu mengalami kekurangan atau kehilangan kemampuan mendengar dengan baik sebagian atau seluruhnya diakibatkan tidak berfungsinya sebagian atau seluruh indera pendengaran. 


namun, banyak cara untuk berkomunikasi dengannya. dia senang menggunakan kertas sebagai media berkomunikasi. selalu menyuruh orang menulis nama dikertas yang dia sediakan dan bolpoin yang dia sediakan pula. dan lucunya tidak mau meminjam bolpoin. pernah suatu ketika dia membawa bolpoin yang tidak bisa digunakan. mungkin tintanya habis. dia tetap tidak mau memakai bolpoin yang ku tawarkan. dia lebih memilih berlari dikantor TU untuk mengambil bolpoin baru (menurut kabar dia adalah anak dari seorang karyawan di fakultas ku, jadi setiap pulang dari sekolahnya dia selalu bermain diarea kampus). hehe gadis yang lucu bukan.
dengan menuliskan nama. mungkin itulah salah satu cara dia berkenalan. unik. 

dia senang menggambar. mengeja huruf. dan pernah sesekali dengan kemampuannya dia mencoba berucap walaw terkadang bagiku terlihat aneh. tapi aku menyukai nya. daya juangnya tinggi. :)

dan pernah suatu ketika pula dia berucap dengan jelas. hari itu sedang gerimis lalu dia berkata "hujan" sungguh indah ^o^


tapi. sekarang aku jarang bertemu dengannya. karena waktu kami tidak bertemu. aku pulang dia dikampus. aku dikampus dia sekolah.
tapi dia hebat. dia hebat. dan yang terpenting PUTRI kamu hebat.




siska anggraini putri - @akusiska

Kamis, 21 Februari 2013

si kecil itu memberi harapan

saya menemukan artikel ini dari salah satu blog. artikel sederhana :) namun bermakna-


Suatu ketika saya dengan teman-teman sedang makan sate. Kemudian seorang teman menyatakan betapa ia ngeri setiap melihat sate yang potongannya besar-besar.

"Kenapa?" tanya saya.

"Saya ingat keponakan yang meninggal karena makan sate," katanya. Dia bercerita, waktu itu sedang ada syukuran dengan makan-makan. Dia masih ingat melihat si kecil keponakannya yang berlari-lari sambil membawa sate. Usianya sekitar 4 tahun.

Kemudian musibah datang. Anak kecil itu tercekik daging sate. Semua orang berusaha menolong. Anak itu dibalik, dipukul-pukul belakang lehernya (bahkan sampai biru-biru, kata dia sambil matanya berkaca-kaca) . Daging sate tak juga keluar. Lalu mereka mencari angkot untuk membawa anak itu ke rumah sakit. Dia masih melihat anak kecil itu tersengal-sengal menarik nafas di kendaraan. Pemandangan yang sungguh memilukan.

Tuhan berkehendak lain. Anak itu meninggal di perjalanan.

Sampai di rumah sakit, petugas memberi tahu bahwa untuk mengeluarkan benda yang mencekik tenggorokan, cukup dengan memasukkan SEDOTAN MINUM ke kerongkongan. Lalu hisap sehingga benda itu menempel . Lalu tarik.

Sesederhana itu.

Menangislah semua orang. Betapa sederhananya untuk menyelamatkan nyawa.
Betapa berharganya ilmu untuk menyelamatkan nyawa.

KALAU ANAK ANDA TERCEKIK MAKANAN KENYAL , keluarkan PAKAI SEDOTAN !

Semoga lebih banyak jiwa yang terselamatkan dengan pengetahuan sederhana ini